Headlines News :
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

SMK Indonesia-Thailand Jajaki Kerja Sama

SMK Indonesia-Thailand Jajaki Kerja Sama

:
 Pimpinan sekolah menengah kejuruan (SMK) Indonesia dan Thailand mengadakan pertemuan pekan ini untuk menjajaki kerja sama pendidikan antarsekolah. Kemitraan untuk tiga tahun ke depan tersebut dijajaki dalam Program Kemitraan Sekolah Indonesia-Thailand yang berlangsung di Bangkok, Selasa (18/12/2012).
Dari Indonesia hadir 17 SMK dan satu politeknik. Adapun Thailand menyiapkan 26 pendidikan kejuruan (college) dari beberapa kota dan provinsi.
Pendidikan kejuruan di Thailand menerapkan sistem 3 + 2 tahun. Pendidikan selama tiga tahun (setara SMK di Indonesia) lalu dilanjutkan ke jenjang diploma dua. Ada juga pendidikan kejuruan di tingkat S-1.
Nonnuch Sachueng, guru bahasa Inggris dari Sangka Industrial and Community College, mengemukakan bahwa sekolahnya tertarik untuk bisa bermitra dengan sekolah di Indonesia. "Kami belum ada kerja sama dengan sekolah Indonesia. Lewat pertemuan ini kami berharap bisa bertukar informasi untuk bisa bermitra," ujar Nonnuch.
Koordinator Kemitraan Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) Indonesia, Anti Rismayanti mengatakan, ajakan kemitraan SMK Indonesia-Thailand ini untuk mengembangkan komunintas belajar di ASEAN sehingga terjadi saling berbagi dan bertukar praktek-praktek belajar terbaik, ide, kearifan lokal, dan nilai-nilai di antara sekolah-sekolah yang ada di kedua negara. "Utamanya untuk mengembangkan kolaborasi sekolah-sekolah dengan berbagai cara, mulai dari kolaborasi belajar jarak jauh, pertukaran guru dan siswa, transfer kredit kurikulum, hingga pelatihan bersama bagi guru, kepala sekolah, dan staf pendidikan lainnya," kata Anti.
Tiap satu SMK di Indonesia dipasangkan pada satu hingga tiga college di Thailand yang relevan. Pimpinan SMK Indonesia-Thailan bersama-sama membahas peluang kerja sama pendidikan untuk tiga tahun ke depan.
Sebagai contoh, SMK NU Maarif Kudus menjajaki kerja sama dengan Surin Technical College, Thatoom Industrial and Community College, dan Sangka Industrial and Community College. Kerja sama ini berdasarkan program keahlian yang relevan di bidang teknik, otomotif, mesin, dan komputer.
kompas.com

Kurikulum 2013 Belum Diperlukan?

Kurikulum 2013 Belum Diperlukan?



 Sejumlah praktisi pendidikan berpendapat bahwa kurikulum 2013 belum diperlukan karena perlu pengkajian lebih lanjut serta sosialisasi secara luas kepada masyarakat agar dapat memahami perubahan kurikulum tersebut.
"Sebenarnya pergantian kurikulum baik, tetapi tidak secepat ini. Perlu waktu untuk sosialisasi kepada masyarakat agar dapat mengerti serta memahaminya, terutama bagi masyarakat yang berkecimpung di dunia pendidikan," kata seorang praktisi pendidikan, dosen, sekaligus staf penerbit buku sekolah Suwardi Edhytomo kepada Antara di Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Senada juga dikatakan oleh seorang praktisi pendidikan lainnya Subagya, kurikulum yang sedang berjalan saat ini pada dasarnya baik, terutama dari segi proses belajar. "Namun, beban materi untuk anak Sekolah Dasar (SD) terlalu banyak," kata Subagya.
Tekanan pelajaran masih pada aspek kognitif. Di Jerman hanya empat pelajaran yakni berhitung, berbahasa, olahraga, dan seni. Jadi, kurikulum 2013 ini belum diperlukan.
Sebaiknya ambil saja materi yang relevan dan penambahan soft skill atau pendidikan karakter sehingga bekal kemampuan dan keterampilan dasar untuk kehidupan sesuai bagi perkembangan anak usia SD yang optimal.
Lebih lanjut Suwardi Edhytomo menambahkan pergantian kurikulum ini membuat masyarakat panik sehingga perubahan kurikulum perlu waktu untuk dikaji terlebih dahulu serta diikuti dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan sosial masyarakat.
Suwardi dan Subagya sependapat bahwa mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) bagi SD belum perlu untuk tersendiri sebaiknya digabungkan saja dalam mata pelajaran Pengetahuan Umum.
Sementara itu, Subagya menjelaskan soft skill atau pendidikan karakter tercakup dalam ketangguhan pribadi (IQ), sosial (EQ), dan spiritual (SQ).
Daniel Goleman seorang ilmuwan Amerika Serikat menegaskan keberhasilan hidup manusia ditentukan oleh 15 persen ketangguhan pribadi (IQ) dan 85 persen justru oleh soft skill atau pendidikan karakter.
Jakarta-kompas.com

Unej: Sekolah Berperan Aktif Dalam SNMPTN 2013

Unej: Sekolah Berperan Aktif Dalam SNMPTN 2013


 
Kepala Humas dan Protokol Universitas Jember (Unej) Rokhani mengatakan pihak sekolah harus berperan aktif dalam tahapan pelaksanaan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013.
"Pelaksanaan SNMPTN 2013 menuntut pihak sekolah untuk lebih aktif mengambil peran serta dalam proses memasukkan data ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dan mendaftarkan siswanya ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dituju," tuturnya di Kabupten Jember, Jawa Timur, Selasa (18/12/2012).
Tahapan pendaftaran SNMPTN 2013 sudah dimulai sejak Senin (17/12/2012), yakni pihak sekolah melaksanakan tahapan memasukkan nilai beserta data diri para siswanya yang duduk di kelas XII ke PDSS melalui laman http://pdss.snmptn.ac.id hingga 8 Februari 2013.
"Pelaksanaan SNMPTN 2013 memiliki perbedaan mendasar dengan SNMPTN 2012 karena pada SNMPTN 2013 mewajibkan pihak sekolah meng-’entry’ data dengan menggunakan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) sebagai username dan password," tuturnya.
Menurut dia, pengisian data nilai dan data diri siswa yang duduk di kelas XII yang menjadi pembeda antara SNMPTN 2012 dengan SNMPTN 2013 karena kini ada kewajiban bagi sekolah untuk memasukkan semua data siswa kelas XII, meskipun nantinya tidak semua siswa meneruskan studi ke PTN.
"SNMPTN 2013 dikhususkan bagi siswa lulusan 2013 dan mereka yang mendaftar tidak dipungut biaya alias gratis dengan menggunakan nilai rapor selama sekolah dan hasil ujian nasional, sehingga tidak ada ujian tulis bagi peserta SNMPTN," paparnya.
Untuk itu, lanjut dia, Unej akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama di empat kabupaten Keresidenan Besuki yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi SNMPTN 2013.
"Dengan sosialisasi dan pemahaman kepada para kepala sekolah SMA, SMK, dan MA maka diharapkan mereka benar-benar memahami tentang prosedur SNMPTN 2013," katanya.
Ia menjelaskan siswa lulusan tahun 2013 yang gagal di SNMPTN dan siswa lulusan tahun 2012 serta tahun 2011 masih memiliki kesempatan masuk ke PTN dengan mengikuti tes tulis melalui jalur Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Mandiri yang diadakan oleh tiap-tiap PTN.
"Penerimaan mahasiswa baru di PTN tetap melalui tiga jalur yakni SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi jalur mandiri dengan kuota 50 persen SNMPTN, 30 persen SBMPTN, dan sisanya kuota seleksi mandiri," ujarnya.
jember-kompas.com

Rektor: Kaji Kekerasan Mahasiswa

Rektor: Kaji Kekerasan Mahasiswa

:


Rektor Universitas Bengkulu Zainal Muktamar minta dilakukan kajian terhadap problem hidup ataupun akademik mahasiswa karena hasil tersebut dinilai penting untuk mencegah kekerasan di kampus.
"Latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan, sementara gaya hidup anak muda yang semakin hedonis ditambah beban studi yang berat dan bayang-bayang tantangan hidup pascalulus kuliah cukup potensial melahirkan ketakutan dan frustasi," kata Zainal pada acara wisuda periode ke-68 Universitas Bengkulu, Selasa (18/12/2012).
Selain itu, perlu evaluasi sistem dan pola pendidikan yang selama ini berlaku di kampus.Segala macam praktik kekerasan, baik fisik atau psikis, perlu segera diakhiri karena praktik pendidikan seperti itu bisa menimbulkan luka psikologis yang di kemudian hari mewujud dalam bentuk aksi kekerasan.
"Yang penting dievaluasi adalah budaya kekerasan yang dipraktikkan dalam orientasi mahasiswa baru sebab kegiatan tersebut seringkali menjadi ajang pelampiasan emosi senior atas junior. Jika ini yang terjadi, orientasi mahasiswa baru sesungguhnya telah mewujud sebagai metode mewariskan dan mengekalkan kultur kekerasan di kampus," ujarnya.
Rektor mengatakan, masa-masa menjadi mahasiswa adalah masa mencari jati diri.Ketika tidak memiliki organisasi ataupun kesibukan diluar jadwal kuliah, maka tidak ada hal yang bisa dilakukan dan buktikan kepada orang lain sehingga kekerasan menjadi jalan mereka mempertunjukkan kebolehan.
Menurut Rektor, kampus harus menyediakan wadah pencarian jati diri mahasiswa sebanyak-banyaknya. Tawuran jangan pernah dibiarkan menjadi kenangan nakal mahasiwa karena perselisihan yang menahun tersebut terwariskan ke generasi selanjutnya.
"Sebelum terjadi,mestinya dilakukan pencegahan yakni bagi dosen memasukkan pesan moral saat mengajar, bukan hanya dengan perkataan tetapi juga tindakan. Selain itu, jika mendapat dana, ajak mahasiwa melakukan penelitian bersama untuk memberikan wahana keterlibatan dalam aktivitas ilmiah," ujarnya.
Pada acara wisuda ke-68 tersebut Unib mewisuda sebanyak 985 orang terdiri atas program reguler sebanyak 838 orang dan non reguler sebanyak 147 orang dengan rata-rata lama studi lulusan satu tahun tujuh bulan untuk S2 dan empat tahun delapan bulan untuk S1.Rata-rata IPK untuk S2 sebesar 3,51 dan untuk S1 sebesar 3,08.
Selain itu, acara di gedung serbaguna Unib yang dihadiri juga oleh Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah tersebut juga menyambut kedatangan puluhan staf dosen yang baru kembali dari studi S2 atau S3 baik dari universitas di dalam maupun luar negeri.

50 Persen Guru Kurang Paham Berhitung

50 Persen Guru Kurang Paham Berhitung

 
 Guru Besar Matematika Universitas Negeri Manado Max Wulur mengatakan, sekitar 50 persen guru matematika sekolah dasar di Sulawesi Utara tak paham berhitung. Oleh karena itu, ia meminta perubahan kurikulum diikuti oleh perbaikan kualitas tenaga pengajar khusus matematika.

Hal itu diungkapkan Wulur, mantan Rektor Universitas Negeri Manado, dalam diskusi terbatas dengan para wartawan di Manado, Senin (17/12), menyikapi perubahan kurikulum khusus sekolah dasar. Pembicara lainnya adalah Dr Benny Pinontoan, pakar matematika dan pengajar Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. (ZAL)
Kompas.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. INGIN TAU - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger